Sabtu, 29 Agustus 2015

Menghitung Jumlah Ideal Dana Darurat

Hasil gambar untuk dana daruratDalam perencanaan keuangan, dana darurat memiliki peranan sangat penting terutama untuk keluarga. Kebutuhan mendesak, musibah, dan kejadian lain bisa datang kapan saja. Apakah Anda sudah siap dengan dana daruratnya? Berikut cara menghitung jumlah ideal dana darurat untuk keluarga.

1. Jumlah tanggungan. Semakin banyak jumlah tanggungan (pasangan, anak, orang tua, atau keluarga lain), maka semakin besar kebutuhan dana darurat. Hitunglah satu tanggungan butuh 1/5 dari pengeluaran rutin bulanan.

2. Besaran rumah & kendaraan. Semakin besar dan banyak jumlah rumah serta kendaraan yang Anda miliki, maka Anda butuh dana darurat yang lebih besar. Hitunglah berapa besar pengeluaran Anda untuk servis dan perawatan rumah di tahun lalu?

3. Besaran gaji rutin bulanan. Semakin besar gaji bulanan, maka dana darurat Anda sebaiknya semakin besar. Apabila terkena PHK atau tidak ada penghasilan selama sekian bulan, Anda tetap harus membayar sekolah dan listrik, bukan?

4. Kebutuhan khusus. Bagi orang tua yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus, atau menderita penyakit tertentu, perbesarlah jumlah dana darurat.

Setiap keluarga memiliki besar dana darurat yang berbeda. Dan harus disiapkan sedini mungkin.
sumber : +ZAPFinance TV 

Asuransi Untuk Keluarga

Hasil gambar untuk asuransiProteksi finansial adalah hal penting dalam rencana keuangan. Dari sekian jenis asuransi, berikut ini adalah 5 asuransi penting untuk keluarga.

1. Asuransi kesehatan. Bayi usia 1 bulan pun dapat sakit dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Saat ini, setiap warga negara Indonesia diwajibkan memiliki BPJS Kesehatan. Sudahkah Anda menjadi anggota?

2. Asuransi jiwa. Selama kepala keluarga masih bekerja, asuransi jiwa penting untuk dimiliki. Opsi yang paling optimal adalah asuransi jiwa berjangka karena memiliki premi terkecil dengan uang pertanggungan terbesar.

3. Asuransi kecelakaan. Jenis asuransi ini memiliki biaya premi yang sangat murah. Namun, jika sampai terjadi kecelakaan, maka keluarga Anda tetap terlindungi secara finansial.

4. Asuransi rumah. Jika rumah Anda masih berstatus kredit, biasanya otomatis terlindungi oleh asuransi rumah. Teruskan pembelian asuransi rumah jika Anda membangun sendiri atau membeli tunai rumah yang ditempati.

5. Asuransi kendaraan. Berani beli mobil, harus berani punya asuransi. Pastikan kendaraan Anda memiliki perlindungan.

Nah dari 5 asuransi penting tadi, mana saja yang sudah Anda miliki?
sumber : +ZAPFinance TV 

Menabung Sesuai Perencanaan Keuangan Keluarga

Hasil gambar untuk menabungMenabung merupakan langkah awal sebelum mulai berinvestasi. Agar proses menabung Anda sesuai dengan perencanaan keuangan keluarga, gunakanlah tips berikut ini.

1. Punya tabungan terpisah dengan rekening harian. Masalah klasik adalah punya tabungan, tetapi selalu habis terpakai di akhir bulan. Pastikan Anda punya 2 rekening, dan pisahkan antara rekening untuk bayar biaya hidup bulanan dengan rekening khusus menabung.

2. Gunakan tabungan berjangka. Jika disiplin menabung belum ada, tidak ada salahnya gunakan tabungan berjangka dengan durasi 12 bulan. Setoran pasti dilakukan setiap bulannya.

3. Manfaatkan fitur di tabungan. Banyak produk tabungan yang memberikan bonus poin hadiah. Mulai manfaatkan fitur ini dibandingkan menggunakan kartu kredit.

4. Jangan membawa ATM untuk pos tabungan. Tabungan berbeda dengan rekening harian, sehingga Anda tidak perlu mengambil dana secara berkala di ATM.

5. Jangan menabung di bank tanpa perlindungan LPS. Pastikan produk tabungan yang Anda pilih menggunakan suku bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan.

6. Jangan sampai salah pakai produk. Tabungan berbeda dengan investasi. Gunakan tabungan hanya untuk kebutuhan tujuan finansial maksimal 12 bulan. Lainnya, gunakan produk investasi seperti reksadana.

Begitulah tips untuk Anda yang ingin menabung.
sumber : +ZAPFinance TV

Membuka Tabungan Mata Uang Asing

Hasil gambar untuk dolar amerikaPekan ini akhirnya nilai kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika tembus angka Rp. 14.000/1 USD. Kurs melemah sejak 1 tahun terakhir, tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat. Sejak awal tahun 2015, kurs Rupiah mengalami pelemahan dari Rp. 12.536 ke angka tukar Rp. 14.068 pada tanggal 24 Agustus.

Jika Anda memiliki tabungan dalam mata uang dolar Amerika, nilai tabungan telah meningkat sebesar 12.2% sejak awal tahun. Di tengah kekhawatiran ini, pertanyaan populer adalah: Perlukah saya menyimpan mata uang dolar Amerika? Tak semua orang perlu menyimpan mata uang dollar amerika. Karena tiap rumah tangga punya perencanaan keuangan yang berbeda. Esensi dari mengkonversi rupiah ke mata uang asing seperti dolar Amerika harus disesuaikan dengan tujuan finansial kita. Ada 3 indikator yang dapat menentukan perlu atau tidaknya membuka tabungan dalam mata uang dolar Amerika / mata uang asing.

1. Kebutuhan Biaya Hidup. Jika penghasilan dan pengeluaran rumah tangga mayoritas dalam mata uang dolar, sebaiknya menabung dalam mata uang dolar. Terutama untuk Anda yang memiliki rumah tangga di luar negeri karena bekerja atau sekolah di negara lain. Tambahan lagi adalah kebutuhan berobat dan kesehatan lainnya yang secara berkala harus dibeli dalam mata uang asing. Setiap rumah tangga pasti memiliki laporan arus kas masuk dan keluar. Apa pun mata uang yang mendominasi laporan tersebut dikenal dengan istilah mata uang basis atau home currency. Jika penghasilan Anda dalam nilai Rupiah, dan hampir semua biaya hidup dalam Rupiah, maka mata uang basis Anda adalah Rupiah.

2. Gaya Hidup dengan Barang Impor. Jika Anda gemar membeli barang impor seperti gadget, tak ada salahnya memasukkan perencanaan menabung dalam mata uang asing. Untuk menghindari kerugian kurs, maka tak ada salahnya memasukkan tujuan finansial dengan strategi menabung mata uang asing. Buatlah perencanaan pada bulan-bulan apa saja Anda membutuhkan mata uang asing tersebut. Lalu tabunglah dengan membeli mata uang asing secara bertahap setiap bulannya hingga dana tersebut siap digunakan.

3. Biaya Pendidikan Anak. Jika anak Anda bersekolah di luar negeri, menyimpan dan menginvestasikan dana dalam mata uang asing sangat disarankan. Untuk menghindari konversi ganda, sebaiknya Anda langsung berinvestasi di mata uang asing negara tempat tujuan sekolah. Konversi ganda adalah sebuah proses menukar mata uang dari Rupiah ke mata uang dolar Amerika ke mata uang asing lainnya. Jangan mengambil risiko adanya faktor perbedaan kurs yang dapat mengancam kelanjutan pendidikan anak Anda.

Apakah 3 indikator diatas tidak termasuk dalam perencanaan keuangan rumah tangga Anda? Jika iya, maka menabung atau pun berinvestasi dalam dolar Amerika tidaklah menjadi suatu kebutuhan. Trading valuta asing pun tidak disarankan untuk Anda yang tidak punya dana lebih karena praktik ini termasuk berspekulasi. Jadi, mari lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan tetap berpegang kepada rencana keuangan masing-masing.
sumber : +ZAPFinance TV