Sabtu, 24 Oktober 2015

Investment The Basic



Hasil gambar untuk investasiMungkin tulisan hari ini sangat sederhana dan pendek. Tapi kami ingin mengangkat lagi karena sebenarnya investasi itu bukan hal rumit, namun juga bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Berita penipuan investasi pasti sudah banyak kita lihat, dengar dan baca. Namun kenapa hal ini masih terus terjadi?

Berinvestasi dalam perencanaan keuangan memang adalah suatu keharusan. Berbeda dengan utang yang adalah pengeluaran saat ini untuk kenikmatan yang sudah kita terima, maka investasi adalah pengeluaran sekarang untuk kenikmatan nanti.

Kehidupan masa pensiun, pendidikan tinggi anak dan harapan untuk kepemilikan asset adalah beberapa diantaranya. Dasar investasi adalah sederhana.

Hasil gambar untuk tujuan investasiPertama, miliki tujuan. Kalau kita ibaratkan perjalanan, maka investasi adalah proses untuk menuju suatu tempat. Melakukan perjalanan tanpa ada tujuan akan membuat perjalanan hanya menjadi kegiatan tanpa ada harapan.

Kedua, ketahui profil risiko. Perjalanan ada yang panjang dan pendek, siapkah kita mencapai tujuan tadi.

Ketiga, pilih dan kenali produknya. Perjalanan kita membutuhkan kendaraan, agar tujuan bisa dicapai sesuai dengan standart yang diharapkan.

Jadi 3 hal penting di atas adalah dasar dari cara kita untuk berinvestasi.

Kami sudah sangat sering membahas secara detil ketiga hal di atas. Jadi ingin lebih dalam membahas mengenai produk investasi.

Hasil gambar untuk produk investasiPertama, produk yang menawarkan hasil tinggi memiliki konsekuensi risiko yang tinggi juga. Gampangnya, ketika produk tadi memberi hasil lebih tinggi dari bunga tertinggi di perbankan dan bercerita risiko sama atau lebih rendah dari bank, maka kita tidak boleh gampang percaya.

Kedua, ketahui cara kerjanya. Hasil memang adalah harapan dari investasi kita. Tapi jangan lupa cara kerjanya yang menentukan seberapa besar risiko produk tadi. Hal penting yang harus kita tahu; bagaimana caranya produk tadi bisa memberikan hasil ke kita.

Apakah cara kerjanya transparan dan mudah untuk dijelaskan? Dan yang lebih penting legalkah cara yang digunakan untuk mencapai hasil tadi.

Ketiga, periksa legalitasnya. Produk investasi di Indonesia sebenarnya sangat sederhana, mereka ada dibawah pengawasan dan wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas. Jadi kalau merasa ragu hubungi saja OJK untuk konfirmasi. Anda bisa hubungi 500655 sebagai hotline mereka.

So, apapun hasil investasi anda, andalah yang akan menerima hasilnya. Boleh saja kita meminta saran pihak lain tapi tetap keputusan ada di tangan anda.

Keberhasilan investasi sebenarnya bukan dinilai dari seberapa besar hasil investasi tadi, tapi seberapa tepat tujuan bisa dicapai.

Seorang pensiunan mungkin tidak berharap hasil yang besar dari pengelolaan uang pensiunnya. Tapi bagaimana agar uang pensiun tadi bisa cukup panjang digunakan tanpa dia harus melepas assetnya.
Berbeda dengan orang muda yang mempersiapkan dana pensiunnya, tujuan utamanya adalah mendapatkan minimal sesuai dengan kebutuhan saat pensiun kelak.

Jadi investasi itu sederhana aja. Cukup pegang aturan dasar di atas, dan lainnya berkembang sesuai kebutuhan.

Bila dasar di atas bisa kita jalani dan lakukan, satu hal yang bisa dijanjikan; kita telah di jalan yang benar dalam berinvestasi dan anda tidak akan terkena tipuan investasi.

Akhir kata, jangan sampai kejadian yang buruk jangan menghilangkan semangat kita untuk tetap invest. Hanya kita yang bisa menentukan masa depan kita, bukan orang atau pihak lain.

sumber : @kokiduit

Investasi Hasil Tinggi, Pasti, dan Tidak Bodong



Hasil gambar untuk produk bankProduk keluaran Bank umum biasanya tidak disebut sebagai produk Investasi. Karena hasil yang diberikan relatif rendah dan dibawah inflasi.

Tapi kelebihan produk Bank adalah jaminan penuh dana yang kita tempatkan. Belum lagi hasil pasti yang tetap tiap bulan menjadikan produk Bank tetap jadi incaran. Istilahnya ‘mending dikit’ tapi pasti daripada banyak hanya cerita.

Salah satu produk yang dianggap bisa mewakili Investasi adalah Obligasi; khusunya ORI. Sampai saat ini bunga hasil ORI rata-rata sekitar 9% per tahun. Namun jumlahnya yang terbatas, aksesnya yang rendah karena tidak semua Bank berperan sebagai market maker, atau tempat jual beli Obligasi, maka produk ini agak susah untuk dijadikan Investasi.

Produk lain? Wah sebagian besar adalah produk berpenghasilan tidak tetap atau kenaikannya sangat bergantung kondisi pasar. Nah bila tujuan anda adalah hasil pasti, tinggi dan aman; mungkin produk ini adalah jawabannya.

Hasil gambar untuk depositoSebenarnya produk ini sudah sangat lama dikenal, namun sepertinya kita agak kurang meliriknya karena tidak seglamor produk lain. Deposito BPR adalah salah satu produk Investasi. Kenapa disebut Investasi, karena sampai saat ini bunga dan bagi hasil yang diberikan hampir selalu di atas inflasi. Tentunya bila dibandingkan Deposito Bank umum, sepertinya cukup jauh spread diantara keduanya.

Menilik pengumuman LPS sebagai lembaga yang menjamin dana nasabah perbankan, bunga tertinggi Bank umum yang dijamin adalah 7,5% dan BPR 10%. Berlaku sejak Januari - Mei 2014. Artinya kalau BPR tempat dana kita bermasalah, maka dana yang kita tempatkan disana tetap aman karena adanya penjaminan.
Namun memang ada syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan, seperti maksimal dana yang bisa dijamin dan pastinya juga bunga yang diberikan.

Sampai saat ini dana kita dijamin dengan ketentuan dana tadi maksimal sampai 2M dan bunga tidak melebihi ketentuan. Jadi kalau dana kita sesuai aturan maka jaminan keamanan akan kita dapatkan.
Nah pertanyaannya, baguskah kita invest di BPR?

Hasil gambar untuk bprDengan ciri di atas, seharusnya tidak ada masalah sama sekali kita invest disana. Tapi harus diakui, kelemahan mendasar BPR terletak di likuiditas. Artinya ketersediaan dana likuid mereka cukup terbatas mengingat cakupan wilayah dan pelayanan yang boleh mereka lakukan. Jadi saranya bila ingin investasi di BPR walaupun dana yang diperbolehkan maks. 2M tapi sebaiknya dipikir ulang.

Maksimal di angka sepuratan 200 - 500 juta masih wajar. Namun harus diperhatikan juga reputasi BPR tadi. Nah untuk mereka yang ingin menempatkan dananya untuk jangka pendek tidak ada salahnya menempatkannya di BPR. Hasil optimal keamanan maksimal.

Tapi tetap diingat, sebar dana tadi ke beberapa tempat. Jangan hanya fokus di satu tempat karena risiko likuiditas adalah risiko terbesar BPR.

sumber : @kokiduit