Minggu, 05 April 2015

Resiko Investasi di Reksadana

Apa aja resiko investasi direksadana? Kita bahas ya

1.Risiko turun NAB, ini disebabkan harga pasar instrumen investasi yang ada dalam portofolio Reksadana tersebut turun dibandingkan dari harga pembelian. Penyebab penurunan harga pasar portofolio Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.

2.Resiko Likuiditas, ini bisa terjadi kalau investor salah satu MI tertentu melakukan penarikkan dana dalam jumlah besar pada hari & waktu yang sama. Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Faktor penyebab ini diantaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, Serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.

3. Risiko Pasar, saat harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja saham atau obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami bearish, dimana harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga.

4. Risiko Default Risiko, ini terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan.

Untuk memperkecil resiko itu maka investor harus dapat memilih Manajer Investasi yang memiliki kinerja bagus. Dari puluhan MI yang ada, tidak semua memiliki kinerja yang bagus yang memuaskan investornya. Artinya tidak semua reksadana memberikan hasil optimal, reksadana yg dikelola MI baguslah yang akan memberikan return bagus.
sumber: @pakarreksadana

Nilai Aktiva Bersih Reksadana

Reksadana adalah instrumen investasi terbaik yang pernah diciptakan manusia di jaman modern :) Membeli reksadana bisa langsung ke MI atau ke bank sebagai agen penjual. Investasi reksadana bisa mulai dari 100 ribu.

Harga satuan unit reksadana disebut NAB atau Nilai Aktiva Bersih. Kalau satuan emas disebutnya gram maka kalau reksadana disebutnya UP atau Unit Penyertaan. NAB (Nilai Aktiva Bersih) itu jadi salah satu tolak ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana.

NAB per unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional. kemudian dibagi jumlah unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut. Misal sebuah produk reksadana NAB nya 1.500 dan kita beli 10jt maka 10jt/1.500 = 6.666.66 unit.
sumber: @pakarreksadana

Reksadana

Menurut UU no 8 tahun 95 pasal 1 ; Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masayarakat pemodal Untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Instrumen pasar modal itu ada saham, obligasi dan pasar uang.

Dari definisi tadi, artinya dalam reksadana setidaknya ada 4 unsur yang saling berkaitan diantaranya adalah : Wadah untuk menampung dana, Investor, Portofolio Efek dan Manajer Investasi.

Uang yang ada dalam reksadana itu uang yang dikumpulkan dari sejumlah investor yang setidaknya berjumlah lebih dari 50 pihak. Berdasarkan persyaratan dari OJK, Dana yang dikelola oleh manajer investasi untuk sebuah produk reksa dana ini harus minimal 25 Milyar.

Uang tersebut kemudian diinvestasikan pada berbagai surat berharga seperti saham, obligasi dan pasar uang. Agar hak dan kewajiban antara Manajer Investasi, Bank Kustodian dan Investor ini jelas maka dibuat surat perjanjian kerjasama yang disebut KIK.

KIK ini surat perjanian antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Hasil kerjasama tersebut menghasilkan sebuah produk yang disebut reksadana.

Saat ini investor reksa dana masih minim, baru sekitar 7% dari total orang yang deposito, padahal return RD jaaauuuh mengalahkan deposito. Hanya sedikit orang yang tau tentang produk reksa dana ini, padahal return nya bisa mengalahkan emas dan rata-rata pertumbuhan properti.

Jenis reksadana ada Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham dan Campuran. Dimana kita bisa beli reksadana? Kita bisa beli di Manajer Investasi atau di Bank sebagai agen penjual.
sumber: @pakarreksadana

Sabtu, 04 April 2015

Tips keuangan untuk pengantin baru

1.Komunikasi. Tahukah kamu 70% penyebab argumentasi pasangan adalah urusan uang? Jadi, momen tepat & nyaman memang harus dicari.

2.Atur momen "kencan uang" kamu & pasangan. Kalau saya, suka "kencan uang" di minggu malam & ditemani segelas teh hangat.

3.Sampaikan apa impian masing-masing, apa yang kamu & pasangan anggap penting, jadi prioritas rencana finansial dapat disepakati.

4.Hitung punya aset apa & utang sama siapa. Biasanya, utang sebelum nikah tanggung jawab masing-masing. Tapi, bisa kok disepakati berbeda.

5.Tentukan siapa manajer keuangan di rumah. Paling mudah atur duit jika penghasilan suami isteri digabung. Simple!

6.Tapi jika uang suami milik bersama, uang isteri milik sendiri, maka isteri wajib bikin catatan keuangan sebagai bentuk tanggung jawab.

7.Atur keuangan bulanan dengan membuat alokasi pos pengeluaran. Urutkan dari pengeluaran utama, penting, baru yang diinginkan.

8.Tentukan tujuan finansial. Contoh tujuan: beli rumah tahun depan, liburan ke Bali akhir tahun,dll. Jangan mimpi aja, action!

9.Tujuan finansial yang pasti terjadi: biaya pendidikan (jika punya anak), biaya pensiun (kamu pasti pensiun), & biaya kesehatan.

10.Kamu sudah menikah. Ingat lho, prioritas pengeluaran sekarang adalah keluarga inti - keluarga kandung - keluarga besar :)

11.Pastikan uang angpao pernikahan diinvestasikan untuk tujuan finansial. Boleh kok bulan madu, tapi punya rumah jangan ditunda.

     Atur keuangan pengantin baru itu mudah! Pastikan kamu punya rencana keuangan & selalu bersyukur.
sumber: @PritaGhozie

"Yang Kita Cari Dalam Hidup"

     jika ada teman yang ulang tahun apa aja yang kalian ucapkan untuk memberi selamat? Sebenarnya inti ucapan selamat itu berisi doa yang bermanfaat bagi semua, Dan isi doa sebenarnya sesuatu yang kita inginkan.

     Sempat terpikir gak? kenapa kita menginginkan semua yang ada di doa kita? Ternyata yang kita inginkan bukan hanya uang, tapi juga umur panjang dan kesehatan.

     Menurut Malcolm Gladwell, diperlukan 10.000 jam agar seseorang ahli dalam sesuatu. Jadi kurang lebih 4 jam sehari dalam 10 tahun, yang jadi pertanyaan berapa yang kita kuasai semasa hidup kita?
     Mungkin juga ada yang berpendapat kita ga perlu ahli banget dalam sesuatu, yang penting bisa. Tapi untuk mempelajari sesuatu tetap aja kita membutuhkan waktu bukan? meski tidak selama itu.

     Jadi untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan , semakin banyak waktu yang kita perlukan untuk mencapainya.
sumber: +NgaturDuit.com 

"Dampak Pelemahan Terhadap Investasi"

     Sejak akhir tahun lalu rupiah mengalami pelemahan yang besar. Pelemahan rupiah berakibat orang yang mau keluar negeri menyimpan Dolar AS untuk persiapan.

     Meskipun The Fed telah mengakhiri program pembelian obligasi, bank sentral beberapa negara lain masih terus melakukan pembelian. Dengan pertimbangan The Fed akan menaikan suku bunga Amerika, maka USD menguat. The Fed menaikan suku bunga Amerika karena ekonomi AS sudah pulih, bahkan tingkat pengangguran rendah.

     Selama 1 tahun ke belakang rupiah mengalami pelemahan 17%. Artinya jika invest menggunakan rupiah dengan strategi mengekor market cap IHSG sebenarnya Anda bertambah miskin 5,5%. Karena keuntungan 11.5% dari investasi di instrumen Rupiah, terkikis oleh pelemahan Rupiah sebesar 17%.

     Tapi jika Anda invest di Amerika Serikat, justru kebalikannya. Jadi penguatan atau pelemahan kurs bisa menghapus keuntungan investasi Anda. Tapi, secara ekonomi, apakah pelemahan mata uang bagus atau gak?
sumber: +NgaturDuit.com

"Pelemahan Mata Uang Baik/Buruk"

     Sebelumnya kita bahas nilai mata uang mempengaruhi hasil investasi. Sekarang bagaimana kalau dilihat dari segi ekonomi? Itu tergantung ekonomi negara mana dulu. Karena ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat atau Jepang beda.

     Misal RRC sengaja memperlemah Yuan, karena RRC dan jepang adalah negara eksportir. Semakin lemah mata uangnya maka semakin baik ekspornya.

     Jika Yen jepang melemah maka bursanya justru naik. Biasanya didorong saham besar seperti Toyota dan Honda. Kita bisa lihat perusahaan yang terkena dampak pelemahan rupiah di IDX Watch, kini tersedia di iTunes dan Google Playstore.

     Sekarang bagaimana dengan Indonesia? Kalau kita perhatikan, pemerintah banyak menggunakan kata-kata “ekonomi domestik kita kuat”. Secara tidak langsung maksudnya “ekspor kita kurang baik” :)

     Artinya, jika Rupiah melemah, ekspor kita belum bisa meningkat secara signifikan. Makanya masih ada “campur tangan” BI untuk urusan mata uang. maka pelemahan Rupiah tidak memberikan dampak yang terlalu positif.
Bagaimana menurut Anda? Setuju atau tidak setuju?
sumber: +NgaturDuit.com