Hal yang bisa kita lakukan untuk menangulangi permasalahan klasik penyebab gaji habis adalah merencanakan keuangan. Memiliki rencana keuangan itu bukan seperti Paman Gober yang sibuk menimbun koin emas, tapi tidak dinikmati.
Kita hanya menunda pembelian dan mengharapkan hasil return yang lebih tinggi. Selain itu juga dengan uang sedikit bisa mencapai hasil yang paling maksimal sesuai profil resiko. Cara termudah untuk menghindari sabotase gaya hidup adalah membuat alokasi pos-pos pengeluaran.
Gaya hidup Anda sebetulnya terbagi dalam pos Present Consumption, Future Spending, dan INvestment.
Setiap bulan Anda pasti butuh makan, tapi makannya Bakso atau makan Ribs seharga Rp. 500 ribu adalah pilihan gaya hidup. Demikian juga berlibur, mau yang dalam kota atau harus ke luar negeri juga pilihan. Jadi, sebetulnya menabung itu sesuatu yang menyenangkan karena bisa menyokong gaya hidup yang Anda mau beberapa tahun lagi.
Alokasinya bagaimana? Terserah Anda karena hidup yang dijalani adalah milik Anda sendiri. Metode untuk membagi pos keuangan bisa tradisional dalam bentuk amplop, atau yang lebih canggih dalam bentuk rekening bank.
Setiap orang sebaiknya punya 3 rekening yang masing-masing punya tujuan berbeda. Satu untuk terima gaji, satu untuk investasi, dan satu untuk dana darurat.
Buatlah instruksi debit otomatis dari rekening gaji agar setiap bulan langsung ditransfer ke 2 rekening lainnya. Usahakan 2 rekening lainnya tidak punya kartu ATM atau bila ada, simpan dalam amplop dan masukkan lemari!
Memiliki rencana keuangan merupakan langkah awal menuju kesejahteraan finansial. Namun, rencana saja tanpa implementasi hanya menjadi satu hal yang percuma. Komitmen kuat untuk mencapai tujuan finansial yang menjadi prioritas harus diikuti dengan disiplin keuangan yang baik.
Betul, manusia boleh berencana, tetap Tuhan yang menentukan. Namun, bukankah kita juga ditugaskan untuk amanah dalam mengelola rezeki yang diberikan?
sumber : +ZAPFinance TV
Minggu, 27 Desember 2015
Gaji Bulanan Habis Di Tengah Jalan
Fenomena gaji bulanan habis ditengah jalan sering dirasakan oleh banyak masyarakat terutama yang tinggal di kota besar. Ternyata, bukan mereka bergaji Rp. 10 jutaan, tapi setelah tanggal 10 setiap bulannya, keuangannya keluarga berstatus koma! Jadi, bagaimana mau mengisi rekening investasi atau tabungan, untuk hidup sehari-hari saja mungkin terpaksa berutang.
Apa sebetulnya akar permasalahannya? Pemasukan yang kurang atau pengeluraan yang terlalu besar? ada 2 masalah klasik yang membuat gaji sering habis ditengah jalan.
1. Tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi.
Kebanyakan karyawan menerima gaji di sebuah rekening “tabungan”. Namun coba periksa lagi, berapa banyak jumlah mutasi debit yang Anda lakukan dibandikan mutasi kredit? Rata-rata mungkin akan menjawab mutasi debit. Padahal, tabungan itu harusnya banyak mutasi kredit.
Tabungan harusnya didebit sesekali saat untuk mendanai tujuan finansial yang telah ditetapkan. Jadi, yang selama ini Anda anggap tabungan, sebetulnya hanyalah simpanan yang memang harus habis setiap bulannya. Tak heran kan saldo tabungan habis terus? Bahkan sebelum ada kredit yang masuk.
2. Gaya hidup tinggi.
Tak bisa dipungkiri, ini adalah penyakit yang belum ada obatnya terutama untuk Anda yang tinggal di kota besar. Susah sekali untuk tidak mengikuti perkembangan gaya hidup alias lifestyle. Anda harus bisa menentukan berapa banyak dari gaji bulan ini yang mau dipakai untuk senang-senang sekarang dan di masa nanti.
Punya gaya hidup tentu saja hak semua orang, apalagi mereka yang sudah bekerja keras untuk memperoleh penghasilan. Tapi dengan menyisihan gaji bulan ini untuk ditabung/investasi, Anda juga akan menggunakan uangnya di masa mendatang. Kita harus ingat bahwa kegiatan menabung dan berinvestasi ini suatu saat dananya akan digunakan.
sumber : +ZAPFinance TV
Persiapan Libur Akhir Tahun
Libur akhir tahun adalah momen yang dinanti setiap keluarga. Agar lebih, Ingatlah 5 hal ini agar liburan Anda tetap nyaman dan terkendali.
1. Membawa uang tunai sesuai bujet.
Sebelum berlibur pastikan bujet telah ditentukan. Gunakan pembelanjaan tunai agar pulang liburan tidak membawa utang.
2. Membeli asuransi perjalanan.
Jangan ambil risiko! Asuransi perjalanan akan sangat bermanfaat. Bila terjadi musibah dalam perjalanan seperti keterlambatan pesawat, sakit, atau kecelakaan.
3. Membawa kartu kredit sebagai cadangan.
Jika Anda bepergian ke luar negeri, maka kartu kredit difungsikan sebagai cadangan di momen darurat.
4. Jangan boros dalam penggunaan alat telekomunikasi.
Meskipun keinginan untuk eksis di media sosial cukup tinggi, pastikan Anda memilih paket telekomunikasi yang hemat. Jangan sampai biaya komunikasi Anda membengkak. Usahakan menemukan spot dengan wifi yang gratis.
5. Jangan sampai tidak membuat rencana perjalanan.
Gagal dalam membuat rencana apalagi saat membawa anak kecil dapat menyebabkan rute liburan tidak efisien. Dengan rute yang tidak jelas, biaya Anda akan berlipat. Apalagi biaya akomodasinya.
sumber : +ZAPFinance TV
1. Membawa uang tunai sesuai bujet.
Sebelum berlibur pastikan bujet telah ditentukan. Gunakan pembelanjaan tunai agar pulang liburan tidak membawa utang.
2. Membeli asuransi perjalanan.
Jangan ambil risiko! Asuransi perjalanan akan sangat bermanfaat. Bila terjadi musibah dalam perjalanan seperti keterlambatan pesawat, sakit, atau kecelakaan.
3. Membawa kartu kredit sebagai cadangan.
Jika Anda bepergian ke luar negeri, maka kartu kredit difungsikan sebagai cadangan di momen darurat.
4. Jangan boros dalam penggunaan alat telekomunikasi.
Meskipun keinginan untuk eksis di media sosial cukup tinggi, pastikan Anda memilih paket telekomunikasi yang hemat. Jangan sampai biaya komunikasi Anda membengkak. Usahakan menemukan spot dengan wifi yang gratis.
5. Jangan sampai tidak membuat rencana perjalanan.
Gagal dalam membuat rencana apalagi saat membawa anak kecil dapat menyebabkan rute liburan tidak efisien. Dengan rute yang tidak jelas, biaya Anda akan berlipat. Apalagi biaya akomodasinya.
sumber : +ZAPFinance TV
Bagaimana caranya agar menjadi kaya?
1. Melakukan Financial check up.
Suka atau tidak, langkah pertama menjadi kaya adalah melakukan financial check up. Ayo catat pengeluaran Anda selama 3 bulan terakhir.
Buatlah yang namanya 30 Days Cashflow, yang langsung membagi pengeluaran Anda untuk 4 hal ini. Pertama, Tabungan & Investasi. Kedua, Biaya hidup rutin. Ketiga, Cicilan utang. Terakhir, Biaya gaya hidup
Kalau Anda hobi makan malam atau kongkow di kafe, berapa pengeluaran untuk acara nongkrong tersebut setiap bulan? . Jangan kaget kalau ternyata angkanya mencapai 40% dari gaji sebulan!
2. Buatlah daftar aset dan utang yang Anda miliki saat ini.
Untuk aset, bagilah menjadi aset lancar, aset konsumsi, dan aset investasi.
Tabungan operasional, kas kecil, dan deposito bisa masuk ke aset lancar. Rumah, mobil, perhiasan emas, akan masuk ke aset konsumsi. Sedangkan reksadana, saham, ORI, Sukri, dan unit link tergolong aset investasi.
Kurangi total aset yang dimiliki dengan total saldo utang Anda. Jika selisihnya negatif, secara sederhana mengatakan “Mohon maaf, Anda miskin”.
3. Siapkan Aset Finansial.
Anda harus punya aset finansial yang jumlahnya cukup untuk menutupi pengeluaran rutin bulanan hingga Anda meninggal dunia.
Sebagai contoh, jika biaya hidup Anda sebesar 5 juta sebulan, dan Anda punya sawah yang menghasilkan panen 4 juta sebulan. Artinya Anda sudah 90% menuju status tetap kaya. Anda hanya perlu bekerja cari penghasilan untuk 1 juta lagi, sisa penghasilan bisa untuk investasi dan sesekali hura-hura.
Kalau Anda masih jauh dari usia pensiun, usahakan pilihan investasi Anda di aset dengan potensi return diatas 15% per tahun. Misalnya seperti logam mulia, reksadana campuran atau saham, saham biasa, dan bisnis. Nanti, 3 tahun sebelum pensiun, konversi aset tersebut ke instrumen yang bisa memberikan arus kas bulanan seperti Deposito.
Tujuan finansial kita adalah memiliki aset lebih besar dari utang dan bisa menutup pengeluaran rutin bulanan. Inilah kondisi yang disebut tetap kaya, tanpa perduli berapa gaji kita dan berapa banyak rumah yang kita punya.
Marilah kita menjadi orang kaya yang sesungguhnya untuk mencapai hidup indah dan sejahtera.
sumber : +ZAPFinance TV
Suka atau tidak, langkah pertama menjadi kaya adalah melakukan financial check up. Ayo catat pengeluaran Anda selama 3 bulan terakhir.
Buatlah yang namanya 30 Days Cashflow, yang langsung membagi pengeluaran Anda untuk 4 hal ini. Pertama, Tabungan & Investasi. Kedua, Biaya hidup rutin. Ketiga, Cicilan utang. Terakhir, Biaya gaya hidup
Kalau Anda hobi makan malam atau kongkow di kafe, berapa pengeluaran untuk acara nongkrong tersebut setiap bulan? . Jangan kaget kalau ternyata angkanya mencapai 40% dari gaji sebulan!
2. Buatlah daftar aset dan utang yang Anda miliki saat ini.
Untuk aset, bagilah menjadi aset lancar, aset konsumsi, dan aset investasi.
Tabungan operasional, kas kecil, dan deposito bisa masuk ke aset lancar. Rumah, mobil, perhiasan emas, akan masuk ke aset konsumsi. Sedangkan reksadana, saham, ORI, Sukri, dan unit link tergolong aset investasi.
Kurangi total aset yang dimiliki dengan total saldo utang Anda. Jika selisihnya negatif, secara sederhana mengatakan “Mohon maaf, Anda miskin”.
3. Siapkan Aset Finansial.
Anda harus punya aset finansial yang jumlahnya cukup untuk menutupi pengeluaran rutin bulanan hingga Anda meninggal dunia.
Sebagai contoh, jika biaya hidup Anda sebesar 5 juta sebulan, dan Anda punya sawah yang menghasilkan panen 4 juta sebulan. Artinya Anda sudah 90% menuju status tetap kaya. Anda hanya perlu bekerja cari penghasilan untuk 1 juta lagi, sisa penghasilan bisa untuk investasi dan sesekali hura-hura.
Kalau Anda masih jauh dari usia pensiun, usahakan pilihan investasi Anda di aset dengan potensi return diatas 15% per tahun. Misalnya seperti logam mulia, reksadana campuran atau saham, saham biasa, dan bisnis. Nanti, 3 tahun sebelum pensiun, konversi aset tersebut ke instrumen yang bisa memberikan arus kas bulanan seperti Deposito.
Tujuan finansial kita adalah memiliki aset lebih besar dari utang dan bisa menutup pengeluaran rutin bulanan. Inilah kondisi yang disebut tetap kaya, tanpa perduli berapa gaji kita dan berapa banyak rumah yang kita punya.
Marilah kita menjadi orang kaya yang sesungguhnya untuk mencapai hidup indah dan sejahtera.
sumber : +ZAPFinance TV
Kaya dan Miskin
Siapa yang sedang resah dan gelisah karena hal yang berkaitan dengan "kekayaan"? Mungkin sebagian doa dari teman-teman adalah menjadi orang kaya. Tapi apasih kaya itu?
Punya rumah, mobil, dan bisa liburan setiap saat. Untuk yang punya itu semua, kita pun langsung melabelinya “Si Kaya”. Namun, sering didapati orang yang dari luar tampak sangat mentereng, ternyata urusan dapurnya keropos alias miskin. Kita tentu tidak mau hanya jadi kaya, tapi mau tetap kaya sampai dengan akhir usia kita.
Menurut +ZAPFinance TV , jadi kaya itu hukumnya wajib buat semua orang. Mau materialistis? Oh, bukan itu!
Kita harus sadar bahwa untuk memperoleh pendidikan, rumah, pelayanan kesehatan, pakaian, dan semuanya itu tidak gratis. Bahkan seseorang yang mendapatkan beasiswa saja pasti harus menunjukkan prestasi di sekolah sebelumnya. Dan sekolah sebelumnya itu belum tentu gratis, bukan?
Gaji tidak berhubungan dengan KAYA, tapi dengan LIFESTYLE. Anda punya gaji besar, tapi semua habis buat gaya hidup sekarang, artinya Anda miskin buat masa depan. Sebaliknya, meski gaji kecil, tapi kalau pandai mengatur untuk hari ini dan masa depan, maka peluang jadi kaya lebih besar.
sumber : +ZAPFinance TV
Punya rumah, mobil, dan bisa liburan setiap saat. Untuk yang punya itu semua, kita pun langsung melabelinya “Si Kaya”. Namun, sering didapati orang yang dari luar tampak sangat mentereng, ternyata urusan dapurnya keropos alias miskin. Kita tentu tidak mau hanya jadi kaya, tapi mau tetap kaya sampai dengan akhir usia kita.
Menurut +ZAPFinance TV , jadi kaya itu hukumnya wajib buat semua orang. Mau materialistis? Oh, bukan itu!
Kita harus sadar bahwa untuk memperoleh pendidikan, rumah, pelayanan kesehatan, pakaian, dan semuanya itu tidak gratis. Bahkan seseorang yang mendapatkan beasiswa saja pasti harus menunjukkan prestasi di sekolah sebelumnya. Dan sekolah sebelumnya itu belum tentu gratis, bukan?
Gaji tidak berhubungan dengan KAYA, tapi dengan LIFESTYLE. Anda punya gaji besar, tapi semua habis buat gaya hidup sekarang, artinya Anda miskin buat masa depan. Sebaliknya, meski gaji kecil, tapi kalau pandai mengatur untuk hari ini dan masa depan, maka peluang jadi kaya lebih besar.
sumber : +ZAPFinance TV
Seberapa Lama Anda Bisa Menikmati Kekayaan?
Seiring dengan meningkatnya literasi keuangan, semakin banyak orang yang punya portofolio investasi. Tergantung profil resiko dan tujuan investasi, setiap orang bisa memiliki kombinasi alokasi harta investasi yang berbeda-beda.
Dengan adanya kasus investasi gagal atau bodong, ada sebagian investor yang tidak percaya dengan investasi di harta likuid. Ada yang bilang investasi paling benar di emas, karena nilainya pasti naik dan setiap hari bisa dipegang. Ada juga yang berpendapat investasi terbaik adalah di properti. Baginya investasi reksadana, ORI, atau saham, bukan pilihan.
Tidak berinvestasi di harta likuid memang sah saja. Tetapi, ada juga kasus akibat alokasi portofolio yang tidak seimbang dapat menyebabkan tujuan investasi tidak terwujud.
Ada keluarga yang menemukan kesulitan saat di-PHK dari tempat kerja atau memasuki usia pra-pensiun. Mereka bekerja lebih dari 25 tahun dan menginvestasikan sisa penghasilan di tanah dan properti, serta punya tabungan & deposito. Dua tahun setelah tidak lagi menerima penghasilan, mereka dapat memenuhi standar hidup dari uang tabungan dan deposito.
Nah, saat saldonya mulai menipis, tentu pilihannya adalah menjual harta-harta likuid. Siapa sangka, menjual tanah sekarang ternyata sulit sekali. Yang punya properti pun kadang kesulitan menemukan penyewa. Sudah beberapa tahun, tak ada pembeli yang cocok. Akhirnya, nilai harta investasi yang besarpun tak bisa membeli apa-apa.
Sehingga, kata kuncinya adalah likuiditas. Yaitu tingkat kelancaran atau kemudahan suatu harta menjadi uang tunai. Kecuali supermarket bisa terima emas atau tanah Anda sebagai alat pembayaran.
Jika kekayaan adalah harta yang telah dimiliki, maka kaya adalah kondisi saat kita merasa mencapai hidup indah dan sejahtera. Meski jumlah uang bukan ukuran dalam mencapai kebahagiaan, kita sadar tetap butuh uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Oleh sebab itu, menjadi kaya bukanlah tujuan utama kita. Namun, menjalani hidup yang indah dan sejahtera lah yang kita inginkan.
Tetap kaya adalah dimana Anda sanggup membiayai segala pengeluaran hidup rutin, tanpa harus bergantung dari gaji bulanan. Sehingga, jika kehilangan sumber penghasilan, maka harta simpanan dapat menutupi biaya hidup tanpa menurunkan standar hidup.
Apa pun profil resiko Anda, alokasi harta investasi antara harta likuid dan harta tidak likuid harus seimbang. Harta likuid yang dimaksud tidak terbatas tabungan & deposito. Kepemilikan saham, ORI, emas batangan & reksadana pun termasuk.
Perhiasan emas tidak termasuk harta likuid. Karena akan dihargai berbeda-beda oleh toko emas, tergantung modelnya. Oleh sebab itu, belum tentu harga jualnya sesuai dengan yang Anda inginkan. Belum lagi adanya keterikatan emosi dengan barang perhiasan, menyebabkan adanya perasaan penurunan standar hidup.
Lalu seberapa lama Anda bisa menikmati “kekayaan” yang Anda miliki? Beginilah cara menghitungnya.
1. Anda perlu tahu berapa jumlah tabungan dan simpanan yang ada saat ini.
Ingat, yang boleh masuk dalam daftar hanyalah harta likuid. Jadi, perhiasan emas, tanah, properti, dan harta tidak likuid lainnya tidak bisa dimasukkan.
2. Tambahkan jumlah harta likuid dengan pemasukan dari bunga, sewa, atau lainnya. Selain gaji / bonus dari pekerjaan rutin.
3. Jumlah poin 1 dan 2 dibagi dengan besaran pengeluaran rutin per bulan.
Hasilnya merupakan durasi Anda bisa tetap kaya atau menikmati standar hidup seperti saat ini.
Kesimpulannya, harta likuid memang harus dimiliki oleh setiap portofolio dalam porsi yang seimbang. Komposisinya harus sesuai dengan profil resiko dan apa tujuan investasi Anda.
Ingatlah, kekayaan yang Anda kumpulkan bukan untuk ditimbun, tapi untuk digunakan agar bisa hidup tetap indah dan sejahtera.
sumber : +ZAPFinance TV
Dengan adanya kasus investasi gagal atau bodong, ada sebagian investor yang tidak percaya dengan investasi di harta likuid. Ada yang bilang investasi paling benar di emas, karena nilainya pasti naik dan setiap hari bisa dipegang. Ada juga yang berpendapat investasi terbaik adalah di properti. Baginya investasi reksadana, ORI, atau saham, bukan pilihan.
Tidak berinvestasi di harta likuid memang sah saja. Tetapi, ada juga kasus akibat alokasi portofolio yang tidak seimbang dapat menyebabkan tujuan investasi tidak terwujud.
Ada keluarga yang menemukan kesulitan saat di-PHK dari tempat kerja atau memasuki usia pra-pensiun. Mereka bekerja lebih dari 25 tahun dan menginvestasikan sisa penghasilan di tanah dan properti, serta punya tabungan & deposito. Dua tahun setelah tidak lagi menerima penghasilan, mereka dapat memenuhi standar hidup dari uang tabungan dan deposito.
Nah, saat saldonya mulai menipis, tentu pilihannya adalah menjual harta-harta likuid. Siapa sangka, menjual tanah sekarang ternyata sulit sekali. Yang punya properti pun kadang kesulitan menemukan penyewa. Sudah beberapa tahun, tak ada pembeli yang cocok. Akhirnya, nilai harta investasi yang besarpun tak bisa membeli apa-apa.
Sehingga, kata kuncinya adalah likuiditas. Yaitu tingkat kelancaran atau kemudahan suatu harta menjadi uang tunai. Kecuali supermarket bisa terima emas atau tanah Anda sebagai alat pembayaran.
Jika kekayaan adalah harta yang telah dimiliki, maka kaya adalah kondisi saat kita merasa mencapai hidup indah dan sejahtera. Meski jumlah uang bukan ukuran dalam mencapai kebahagiaan, kita sadar tetap butuh uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Oleh sebab itu, menjadi kaya bukanlah tujuan utama kita. Namun, menjalani hidup yang indah dan sejahtera lah yang kita inginkan.
Tetap kaya adalah dimana Anda sanggup membiayai segala pengeluaran hidup rutin, tanpa harus bergantung dari gaji bulanan. Sehingga, jika kehilangan sumber penghasilan, maka harta simpanan dapat menutupi biaya hidup tanpa menurunkan standar hidup.
Apa pun profil resiko Anda, alokasi harta investasi antara harta likuid dan harta tidak likuid harus seimbang. Harta likuid yang dimaksud tidak terbatas tabungan & deposito. Kepemilikan saham, ORI, emas batangan & reksadana pun termasuk.
Perhiasan emas tidak termasuk harta likuid. Karena akan dihargai berbeda-beda oleh toko emas, tergantung modelnya. Oleh sebab itu, belum tentu harga jualnya sesuai dengan yang Anda inginkan. Belum lagi adanya keterikatan emosi dengan barang perhiasan, menyebabkan adanya perasaan penurunan standar hidup.
Lalu seberapa lama Anda bisa menikmati “kekayaan” yang Anda miliki? Beginilah cara menghitungnya.
1. Anda perlu tahu berapa jumlah tabungan dan simpanan yang ada saat ini.
Ingat, yang boleh masuk dalam daftar hanyalah harta likuid. Jadi, perhiasan emas, tanah, properti, dan harta tidak likuid lainnya tidak bisa dimasukkan.
2. Tambahkan jumlah harta likuid dengan pemasukan dari bunga, sewa, atau lainnya. Selain gaji / bonus dari pekerjaan rutin.
3. Jumlah poin 1 dan 2 dibagi dengan besaran pengeluaran rutin per bulan.
Hasilnya merupakan durasi Anda bisa tetap kaya atau menikmati standar hidup seperti saat ini.
Kesimpulannya, harta likuid memang harus dimiliki oleh setiap portofolio dalam porsi yang seimbang. Komposisinya harus sesuai dengan profil resiko dan apa tujuan investasi Anda.
Ingatlah, kekayaan yang Anda kumpulkan bukan untuk ditimbun, tapi untuk digunakan agar bisa hidup tetap indah dan sejahtera.
sumber : +ZAPFinance TV
Dari Pegawai Menjadi Seorang Pengusaha
Mulai suatu usaha agar sukses tidaklah rumit, namun membutuhkan lebih dari sekedar ide cemerlang dan niatan yang kuat. Rintangan terbesar yang umum dihadapi oleh para pegawai adalah ketakutan kehilangan penghasilan rutin. Banyak juga yang bingung dalam mengelola keuangan usaha tanpa mengganggu keuangan pribadi.
1. Membuat rencana bisnis yang komprehensif.
Suka atau tidak, Anda wajib menuangkan ide-ide tersebut dalam sebuah rencana tertulis. Sebuah rencana bisnis akan dapat menjawab pertanyaan penting tentang, Apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Bagaimana Anda berencana membuat keuntungan? Siapa tim impian yang bekerja? Seperti apa proyeksi keuangan bisnis Anda?
Salah satu hal terpenting yang dihasilkan oleh sebuah rencana bisnis adalah mengetahui pasar kompetisi usaha anda. Selain itu, rencana bisnis juga merupakan kunci untuk mengakses dana sebagai sumber modal kerja.
Rencana bisnis dapat memberi gambaran berapa jumlah modal yang Anda perlukan. Apakah perlu untuk meminjam dari Bank, dan bagaimana bisnis Anda dapat membayar hutang modal kerja tersebut.
2. Menyiapkan tabungan untuk Hari Mendung.
Salah satu ketakutan terbesar pegawai yang beralih menjadi pengusaha adalah resiko tidak mendapatkan penghasilan yang rutin. Oleh karena itu, sebelum mulai usaha, Anda wajib untuk memiliki reservasi dana sebutlah Dana Hari Mendung.
Dana ini harus lah disimpan dalam bentuk tabungan biasa atau deposito dengan jumlah minimal 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Fungsi dana adalah bila usaha belum dapat memberikan penghasilan, maka Anda tetap memiliki uang untuk membayar keperluan rutin.
3. Membuat anggaran pemasukan arus kas setiap bulan.
Bagaimana menentukan besaran penghasilan Anda sebulan? Bila anda bekerja untuk bisnis ini, tentukan gaji anda sendiri. Masukkan gaji ini sebagai bagian dari biaya usaha.
Jangan tergiur gaji besar ketika pada periode tertentu usaha mendapatkan hasil besar. Keuntungan ini bisa diakumulasikan agar diputar kembali sebagai modal usaha atau diambil sebagai bonus sebagai pemilik.
4. Pisahkan uang Pribadi dan Uang Bisnis. Keuangan bisnis berbeda dengan keuangan pribadi Anda.
Saat berbisnis, pisahkan keuangan untuk usaha dengan keuangan untuk pribadi, sekalipun usaha dalam taraf kecil-kecilan. Anda bahkan harus membuat rekening khusus untuk bisnis atas nama pribadi.
Modal awal bisnis adalah investasi anda. Catat berapa investasi yang telah anda keluarkan sebagai modal usaha. Setiap pengeluaran usaha harus dibayarkan dengan pemasukan usaha. Menggunakan arus kas bisnis untuk membiayai keperluan-keperluan pribadi adalah big no! Anda juga harus ekstra hati-hati apabila masih memiliki utang bisnis.
Sesuai dengan rencana bisnis, jumlah pinjaman modal kerja harus dapat dibayarkan dari proyeksi pemasukan usaha. Jangan gunakan uang pribadi untuk membayar utang bisnis.
Apabila keadaan tidak berjalan lancar, praktik seperti ini dapat membawa bencana. Ingat, penghasilan bisnis yang harus membayar utang kerja, bukan uang pribadi Anda.
Pada tahap awal, hasil usaha sering tak sesuai dengan harapan. Jangan mundur. Bisnis ideal selalu dimulai hal yang kecil tapi didukung rencana yang besar.
sumber : +ZAPFinance TV
Langganan:
Postingan (Atom)